Ketulusan Cinta Nanda ** Angin malam berhembus pelan, tumbuhan ikut menari indah, udara sejuk menentramkan jiwa. Malam ini ia sengaja setelah salat magrib dan tilawah sambil menanti waktu azan isya berkumandang duduk di kursi teras rumah. Disetiap sudutnya ada bunga. Bunga panca warna kesukaanyapun tak lepas menghiasi teras. Ibu selalu membentangkan tikar yang terbuar dari purun dilantai, disisi kiri bangku panjang tempat duduk. Dari tadi Nanda berdiam diri sambil memejamkan mata. Walaupun diluar terlihat tenang tetapi didalam pikiran sana selalu ribut tak pernah diam. Ada saja yang ia pikirkan sampai lelah. Kadang ada yang tidak mau dipikirkan, tiba-t...